Terimakasih


Terimakasih atas pertemuan sekejap itu. Jika seandainya ada setitik rasa diantara kita, doakan semoga rasa itu bukanlah sebuah dosa.  Terimakasih atas bantuan yang selalu kamu usahakan dengan sebaik mungkin, walaupun kamu berada disela-sela kesibukanmu yang begitu menggunung kamu masih bias sempat membersamaiku dalam hal-hal yang tidak lebih penting dari agenda mu. Terimakasih karena sudah banyak mengerti aku, walaupun aku tidak sama sekali pernah mengerti akan dirimu yang juga sebenarnya inginkan pengertian dariku. Terimakasi karena sudah mendengarkan segala ocehanku yang tak bermanfaat untuk telingamu namun kamu masih dengan kokohnya  mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulutku. Teriakasih banyak karena sudah banyak mengalah dariku yang egois ini. Terimakasih banyak atas waktu yang kamu luangkan untukku. Aku beruntung pernah bertemu denganmu yang mengatakan suatu hal yang menyenangkan, mengatakan bahwa kamu merindukanku, mengatakan bahwa kamu mencintaiku, mengatakan bahwa kamu menyayangiku, terimakasih banyak. Aku beruntung aku bertemu denganmu karena banyak hal yang bisa aku petik darimu. Kamu bagaikan kucing yang sering menemaniku dalam keadaan apapun. Kenapa kucing? Karena aku mencintai kucing namun tidak dapat memilikinya. Itulah namanya cinta tak harus memiliki. Seperti kamu misalnya…

Karena aku disini hanya bisa mengatakan terimakasih banyak. Entah ini berguna atau tidak. Aku tidak pernah bisa mengatakannya secara utuh. Namun percayalah rasa ini tulus aku katakana padamu, tidak kurang dan tidak lebih. Aku hanya bisa mengatakan ini sebagai penutup lukaku. Sebagai awal aku mengikhlaskanmu. Kamu memang  tidak bisa aku miliki seutuhnya karena memang kamu asalnya tidak bisa dimiliki secara utuh. Hanya Sang Pemilik yang  memilikimu secara utuh. Dan kumohon terimalah rasaterimaksihku yang tak bisa kuutarakan lewat lisan maupun lewat mimik wajah.

Kepadakamupercayalahakuhanyainginmengucapkanterimakasih.

Comments