Waktu itu habis hujan,
dan kebetulan temanku baru pulang dari Makassar. Dia termasuk sebagai peserta
di perlombaan LKTI Se-Nasional. Aku lupa dimana dia lombanya. Waktu itu kami
lagi ditempat tongkrongan kami biasanya, dan
iwish. “aku mau ke Jakarta, ga tau kapan. Kali aja disana nemu jodoh ”
ehh..
Aku percaya Allah
dengar apa yang aku ucapkan, walaupun aku tidak benar-benar meminta. Dan
akhirnya aku ke Jakarta. Aku di telfon oleh temanku untuk ikut bersama mereka
ke Jakarta. Waktu itu yah ada acara Se-Nasional but itu bukan lomba LKTI, itu
hanya semacam diskusi Nasional mengenai
“mempertahankanNKRI”. Tanpa pikir panjang aku langsung ikut kesana. Walapun aku
sedang berada dikampung ya aku
nekat balik kekota untuk ikut ke
Jakarta. Aku hanya berpikiran “will be fun if I join with them” . Dari kampungku ke kota sekitar 8 jam. Esoknya
aku siap-siap ke Jakarta, teman yang mengajaku
sempat meragu untuk membawaku dalam perjalanan mereka. Kami hampir memutuskan
untuk tidak ikut. Namun dengan keyakinan penuh akhirnya kami pergi.
Kami berangkat ke
Jakarta menaiki kapal. Normal perjalanan menggunakan kapal yaitu 2hari 1 malam.
Namun sayang sekali kapan itu bukan kapal penumpang. Karena tidak pernah jauh
dari orang tua, apalagi keluar pulau. Aku sempat khawatir, takut hal-hal diluar
dugaan terjadi. Alhamdulillah Allah beri aku jalan bersama mereka yang
menemaniku dan menjagaku dengan sepenuh jiwa mereka (Aku rasa). Selama dikapal aku merasakan mual pusing,
uyuh and etc. Dan yang paling Best yaitu kapal yang kita naiki itu kehabisan
bahan bakar. Ya they said bahan bakarnya akan sampai dalam beberapa jam, jadi
kita diminta untuk menunggu. You know, menunggu ga semudah itu but you can try
hehe. Dari jam ke jam ke jam dan
akhirnya 1 malam. Yeay mantap memang pikirku. Maka sudah sakit badan karena
semalam mengeluarkan semua yang ada didalam lambung. Semalam kami menunggu jadi
sehari, parahnya bahan makanan juga habis. Mau ngakak rasanya, parah banget ini
kapal. Mana temanku yang paling besar badannya tepar sekali. Itu bahan bakar
kada nyampe-nyampe, sampe akhirnya tadaaa terjadi penggerebekan bubuhan
penumpang lainnya yang sudah pada gila atau emosian eh marah maksudnya
(kayaknya sih, tapi ada ko itu aku pernah baca orang yang kelaparan itu tingkat
emosinya meninggi) jadi mereka ribut ribut ke tempat nahkoda baru mereka
meluapkan rasa kelaparan mereka pada nahkoda kapal. Aku ga tau pasti ceritanya,
yang bagaimana mereka marahnya ke nahkoda. Aku hanya diceritakan oleh temanku
yang menjaga aku waktu aku tidur (coocuit.. yalah mereka jagain gue kalau enda
mereka bakal ditimpuk sama emak.) mereka jagain aku selain karena orangtua ku
yang menitipkan aku pada mereka, mereka tau waktu itu kondisi dikapal sangat
panas alias hot alias masih kisruh ya apa aja bahasa yang mencerminkan bahwa
disitu terjadi konflik. Maklum sih kenapa mereka begitu, bayangkan aja kita
sudah kena ombak gede, 80% masnya,
mbanya, ibu, bapak, ade, debay, nenek, kakek
om kai mereka habis mabuk, memuntahkan seluruh isi perutnya, lalu
mereka tidak mendapatkan asupan makanan
lagi untuk mengisi kekosongan perut mereka ya mereka cepatlah marah -__-. Belum
lagi ada yang sakit, kan mantap hehe. Alhamdulillah aku gak apa-apa (gak usah
khawatir ya reader hehe). Nah tips untuk kalian ketika naik kapal itu you must
be save yourself. Kenapa? Kamu ga bisa nolong orang kalau kamu sendiri ga
selamat. Lalu pastikan kamu itu sudah berada di kapal yang tepat, seperti
misalnya kamu kalau mau naik kapal ya
carilah kapal penumpang. Bukan kapal barang. Kalau aku kan naik kapal barang
gara-gara ngikut sama yang bubuhan rombongan yang bayarin aku bolak balik
Jakarta Kalimantan. Terus kalau naik kapal pastikan kamu berada dikapal itu
berapa lama lalu siapkan bahan makanan yang banyak, ya untuk jaga-jaga aja.
Terus kamu simpan nomor nomor darurat. Walaupun di laut kada da sinyal kan mana tau kalau aey bisa dihubungi ga pake sinya. Terakhir,
serahkan semua sama Allah, minta perlindungannya..

Comments
Post a Comment