Aku gak tau kalau cinta
itu memiliki rasa. Aku ga tau kalau cinta itubisa menjadi manis. Aku gak tau
permen kapas yang aku makan ini kalah manisnya ketika aku merasakan cinta. Ya
cinta itu mudah, menatapnya saja sudah membuatmu jatuh cinta. Dia yang aku
temui dan mengaku padaku memiliki rasa sama kini berada disampingku. Dia begitu
manis ketika kutatap. Kalah manis dengan permen kapas yang aku makan ini. Bukan
karena paras namun perilaku yang dia tunjukan padaku juga menambahkan glukosa
yang semakin membuat aku ketagihan.
Aku tidak pernah
menyangka dia semakin hari semakin manis. Ini bukan bualan semata, tapi ini
hati yang berbicara. Aku tau banyak orang yang bilang dia tidak sesempurna
seperti yang aku katakan. Tapi ini memnag hanya aku yang merasakan. Oh tidak
aku mulai gila, gila terhadap rasa yang bersemayam dalam reluk jiwa.
Hingga suatu hari,
semuanya sirna. Semuanya berubah menjadi pahit. Kau yang selalu sedia
disampingku kala itu sedang menggandeng tangan orang lain. Orang yang aku
kenal, orang itu juga orang yang selalu menemaniku. Entah tiba-tiba ada yang
mengalir dari bola mat ini, kaki ini pun kaku melihat penampakan yang ada di
depan. Apa ini yang dinamakan cinta itu
manis. Mereka berdua terlihat dekat sekali, layaknya aku dekat dengan dia.
Tidak ada kata apapun yang keluar dari mlutku, tidak ada cacian makian. Aku
sadar mencaci atau menghujat mereka bahkan jika pada saat itu aku menghampiri
mereka itu tidak akan merubah apapun. Semua sudah terlanjur. Mereka terlanjur
bersama dan aku terlanjur sakit.
~~ 10.00
Comments
Post a Comment