Karena orang yang kita cintai, kita sering lupa apa artinya lelah. Beberapa
kali selalu menyembunyikan patah hati hanya untuk tetap berada disisi orang
yang kita cintai. Agar bisa menatap matanya dan menyakinkan diri bahwa inilah
cinta.
Sering kali kita mengalah, bukan berarti kita kalah. Tapi sering kali itu
hanya alasan agar terjaga hubungan kita dengan orang yang kita sayangi.
Menerima apapun keadaan dia, menerima semua emosi dia, bahkan kita tak pernah
marah. Kita tetap mengalah, bukan berarti lemah. Tapi inilah arti kesabaran
dari cinta.
Bahkan saat semua orang mengatakan dia bukan yang terbaik untuk kita, namun
si hati tetep kekeuh untuk bertahan. Dengan segala ucapan buruk yang diterima
tentang dia, kita tetap bertahan. Tidak peduli bagaimana kata orang. Kita hanya
peduli dengan apa yang kita jalani karena kita percaya rasa ini hanya kita yang
rasa, hanya kita yang miliki.
Begitulah cinta. Ia mengajarkan kita pelan-pelan untuk berjalan. Dengan
segala pedih yang pernah kita rasakan. Dengan semua hal yang kita perjuangkan.
Dengan segala pandangan orang tentang kita.setelah kita kuat kita tahu, apa
yang harus dilakukan. Apakah bertahan atau melepaskan.
Kita selalu memiliki rasa sakit. Entah sakit karena rasa itu tak terbalaskan,
entah karena memang cinta ini kesalahan. Atau sakit karena opini dan keyakinan
yang kita buat sendiri tentang cinta. Cinta itu memang membahagiakan, hanya
saja yang membuat bahagia itu adalah kita sendiri. Segala keputusan ada pada
diri kita.
Pada akhirnya, kita hanya perlu diam dan menarik nafas dalam-dalam. Kita
berhasil melewati semua, sendiri atau berdua, dalam keadaan patah hati atau
bertaburan dengan cinta. Semuanya akan menjadi cerita yang akan kita kenang.
Beginilah cinta. Benar kata orang-orang “jatuh cinta memang menyakitkan
namun tergantung dimana tempat kita terjatuh.”
~8:35~
Comments
Post a Comment