Gadis Akhir Zaman

Aku adalah seorang yang tak lepas dari dosa dari masalalu yang kelam. 
Aku adalah seseorang yang mengartikan apa itu cinta. 
Hingga akhirnya aku sadar bahwa caraku mengartikan cinta itu salah.
.
.
.
.
Cinta adalah fitrah yang seharusnya hanya aku curahkan kepadaNya.
 Kini aku mengerti bahwa cinta tak seharusnya tak di artikan dan diungkapkan  melalui sebuah hubungan bernama pacaran.
.
.
.
.
Hanya cukup dengan mencintaiNya dan memohon kepadaNya agar kelak kita dipertemukan dengan seseorang yang mencintaiNya pula untuk mencari kekeberkahan dalam ikatan yang halal.
 .
.
Aku percaya di balik kesendirianku ini aku sedang memperbaiki diri, ada seseorang disana yang diam-diam mendoakan aku, memohon agar disatukan denganku dalam sebuah ikatan yang di ridhoiNya. Ya mungkin dialah pemenang yang belum pernah aku perjuangkan.
.
.
.
Aku tak pernah meminta untuk dijodohkan dengan seseorang yang sempurna. Aku sadar aku pun tak sempurna. Aku hanya meminta di persatukan dengan dia yang mau memeluk kekuranganku dan bersama-sama saling menyempurnakan.
.
.
Aku hanya gadis akhir zaman yang menginginkan JannahNya. Menanti calon imam yang bisa membawamu ketempat yang aku dambakan.
.
.
.
Calon Imamku,

Akan ku juga diri ini untukmu. Akan ku simpan rapi senyum termanis diwajah ini hanya untukmu. Temukan aku dalam  istikharahmu. Takkan ku sebar senyum ini dalam dunia maya. Karena aku tak menginginkan lelaki yang  hanya mau melihat senyum ini di dunia maya. Tapi aku menginginkan seorang lelaki yang hanya mau melihat senyum termanisku setelah menemui waliku. Sampai jumpa calon imamku. Sampai bertemu dirumah waliku.

Comments