P E R T E M U A N

kita pernah bertemu, dalam diam dengan tatapan yang entah apa maksud dari tatapan tersebut. seketika aku menundukkan kepalaku. jantung ini berdebar dengan kerasnya, untung saja jarak kami jauh jika saja jarak kala itu dekat mungkin dia bisa mendengarkan degupan jantung ini. seperti ada yang berbeda ketika dia menatap seperti itu, ada rasa malu ketika saling berhadapan.

sedetik  lalu semenit kemudian kami saling berlalu. tanpa mengeluarkan suara tanpa meninggalkan jejak. sunyi senyap seketika, namun jantung ini masih saja berdetak secara tidak normal. aku berusaha keras untuk menahan diriku, mengatur ulang detak jantung yang tidak beraturan ini, berusaha kembali seperti sebelum kami bertemu.

seperti ada sesuatu yang terjadi padaku, seperti ada getaran yang menjalar di sekujur tubuh. segalanya menjadi kacau. tenang, tenang, ku berusaha setenang mungkin. Aku tidak mengerti cara kerjanya. Kamu datang begitu saja di saat aku sedang tidak memikirkan apa-apa.

kamu datang begitu saja di hadapanku, tanpa salam tanpa kata yang mengawali pertemuan kita itu. sekejap kau mengalihkan segala pikiran ku, sekejap kau membuat getaran yang hebat dalam diriku dan aku masih saja diam, masih saja tanpa kata, aku tidak dapat berkata-kata seperti terkunci mulut ni seperti terputus pita suara ini.

pertemuan kita, pertemuan yang hanya beberapa menit, tatapan yang hanya beberapa detik. aku tidak yakin ada apakah sebenarnya, aku tidak yakin dengan apa yang aku rasakan ini. Aku tidak mengerti cara kerjanya. Sebab tak ada apa-apa yang kamu tawarkan dalam perkenalan singkat kita. Tak ada mimpi-mimpi yang kamu gadangkan. Tak ada apapun yang dulu kuimajinasikan. Belum juga ada cinta. Tapi hatiku tidak bisa kukendalikan.


apa yang bisa aku lakukan setelah pertemuan itu? aku hanya bisa berdoa agar rasa yang bersemayam di hati ini tidak lebih besar dengan rasaku padaNya

Comments