Kamu setiap waktu hadir
dalam keseharianku, hadir dalam anganku , hadir dalam mimpi-mimpi malamku, dan
kamu sering hadir dalam tulisanku.
Tidak jarang kamu
terlihat oleh mata ini. Parasmu dan tubuh kokohmu mudah terlihat olehku dari
jauh. Sweter yang sehari-hari kau pakai pun menandakan bahwa itu kau.
Aku tidak tahu alasan
kenapa aku begitu mengerti setiap detail darimu. Aku bukan seorang mata-mata
aku pun juga seorang yang selalu ada denganmu. Namun segala tentangmu mudah
sekali bagiku untuk mengingatnya.
Kau yang tak pernah
menoleh padaku, kau yang selalu menundukkan pandangmu ketika melihatku, kau
yang terkadang membalas senyum yang aku torehkan.
Aku tidak mengerti,
bagaimana bisa kita begitu dekat . bagaimana bisa kita saling kenal? Bagaimana
bisa kau dan aku saling bertatap? Aku tidak tau bagaimana awal mulanya.
Kini Kita bertemu di
waktu dan tempat yang tidak tepat, aku dan kamu saling diam tanpa ada satu
katapun yang terucap, hanya mata yang saling beradu pandang
Semenit setelah kita
saling bertatap muka kita tertunduk lagi dan saling menjauh lagi.
Aku tidak tahu apakah
aku melakukan kesalahan, aku tidak tahu harus bagaimana. Aku pun tidak mengerti
arti diam selama ini.
Terkadang kita sedekat
nadi, namun tak jarang kita seperti musuh saling menjauh dan berdiam.
Sekarang aku kudu piye?
Kamu jauh dari mata,
kita tidak sering bertemu. Kita tak lagi bisa berbicara seperti dulu. Sekarang
udah beda. Kita berjaan di jalan masing-masing. Kita saling membangun mimpi kita
masing-masing. Entah dalam mimpimu ada aku atau sebaliknya.
Aku tidak bisa apa-apa
selain berdoa. Aku tidak berani menaruhmu dalam hati. Karena sifat hati bisa
berubah-ubah. Aku tak ingin menyimpanmu dalam hati, aku takut nantinya rasa
ini akn berubah. Aku tdk ingin
menyimpanmu dalam anganku, karena terkadang angan serign terlupakan. Aku tidak
ingin menuliskan namamu dimanapun karena nantinya Tulsan itu bisa hilang.
Aku hanya percaya
padaNya, pemilik dirimu. Aku percayakanmu padaNya. Aku percaya Allah akan
menjagamu, melindungimu, dan akan memberikan yang terbaik untukmu.
Kalaupun aku dan kamu
tidak di satukan dalam satu ikatan suci itu tidak masalah untukku. Kita memang
di pertemukan untuk satu tujuan. Entah untuk terikat dalam ikatan suci atau
terikat dalam silahturahmi sahabat.
Comments
Post a Comment