Sebenarnya muslimah jatuh cinta itu boleh tidak ya? Ya bolehlah, itu
kan fitrah manusia. Semuanya itu tidak bisa ditolak dan dipaksakan, tapi
bisa diatur kalau kita mau berusaha. Cinta yang semula fitrah itu tidak
menutup kemungkinan akan berubah jadi fitnah. Paling bahaya adalah
ketika cinta yang (seharusnya) mulia membutakan kita, jadilah cinta
buta.
Jatuh cinta bisa terjadi karena adanya interaksi atau daya tarik
tertentu. Awalnya dari mengagumi, kemudian ada yang mengkompori ‘kompor
mleduk’ jadinya makin dalam rasa kagumnya. Ingat, muslimah tidak
mengenal yang namanya pacaran! Inilah saatnya kita jadi manajer untuk
hati sendiri, mengatur perasaan, mengatur cinta agar tak berubah menjadi
fitnah.
1. Ikhlas dan Berdoa
Ikhlas di sini maksudnya pasrah serahkan semuanya sama Allah, Allah segalanya, Allah yang berkuasa penuh atas diri kita. Setelah itu berdoa dengan sungguh-sungguh agar cinta ini tidak mendatangkan petaka. In shaa Allah kita akan ditolong, Allah bersama orang-orang yang ikhlas.
2. Menahan Pandangan (Gadhul Bashar)
Seorang muslim/ah tentu akan berusaha membersihkan hatinya, salah satu caranya adalah dengan senantiasa gadhul bashar.
- Gadhul bashar, sebuah anugerah dari Allah untuk semua insan yang mampu menjaganya.
- Gadhul bashar, itu diperintahkan agar kita memiliki akal sehat, hati yang bersih dan nafsu yang lurus.
- Gadhul bashar, akan menuntun akal untuk malu dan merasa bersalah apabila melihat sesuatu yang tidak berhak dilihat.
- Gadhul bashar, melatih hati untuk segera mengirim sinyal kegelisahan manakala diri ini “lalai” saat memandang keindahan yang tidak berhak.
- Gadhul bashar, kesempatan bagi nafsu untuk berjuang (mujahadah) agar lebih memilih keindahan di akhirat daripada keindahan di dunia.
Ya Allah, gelapkanlah pandangan kami dari segala syahwat duniawi yang membutakan hati. Jadikanlah Gadhul bashar sebagai hiasan mata kami agar kami bisa merasakan keindahan ukhrowi. Amiin yaaRabb!3. Perbanyak Aktivitas, Berpikir dan Berdzikir Ada tugas yang belum selesai? Selesaikan! Ada amanah organisasi yang belum tuntas? Tuntaskan! Nganggur? Perbanyak lagi dzikir dan puasanya. Ini dimaksudkan agar hati dan kepala kita tidak melulu penuh oleh bayang-bayang dia.
4. Simpan Rasa Itu Sendiri
Kalau hati sedang panas karena sengatan cinta, jauhkan ia dari ‘kompor mleduk’ alias teman curhat. Curhat lah sama Allah aja. Mengamankan diri dari fitnah itu lebih mulia daripada mengumbar cinta, semakin tertutup In shaa Allah akan semakin cepat hilang.
Sekali lagi, jatuh cinta itu fitrah. Namun kemuliaan muslimah harus
tetap dijaga. Begitu banyak yang jatuh terlalu dalam, semoga bukan kita
salah satu di antara mereka. Yang paling penting dalam mengatur cinta
ini adalah komitmen bahwa tak ada cinta yang serius selain pernikahan.
Jika datangnya cinta dan kesiapan menikah masih sangat jauh jaraknya
sila letakkan dulu cintanya, jangan dibawa-bawa mulu, berat. Jika cinta
itu hadir di saat lahir batin siap menikah ya laksanakan proses
(ta’aruf).
Waallahua’lam..Yuk, introspeksi dan selalu memantaskan diri, keep istiqomah! ;)
Comments
Post a Comment