Wanita Panggilan

 Dia datang dari arah yg berbeda. Melangkah perlahan berjalan ke arah ku. Aku yang melihatnya hanya dapat diam tepaku dan terpana. Seolah aku terhipnotis aku memandanginya dari ujung hingga bertemu ujung yang lain. Aku melihat dia seolah seperti kucing yang sedang melihat ikan. Tediam terpana. Tanpa sadar dia mulai mendekatiku mulai dekat dan semakin dekat. Wajahnya yang teduh semakin jelas aku lihat. Hingga kami berpapasan aku tetap dalam diamku. Entah dia datang dari mana dan memakai mantra apa sehingga aku tepaku. Dia mulai mengembangkan otot-otot pipinya, membentuk sebuah lengkungan di bibirnya. Aku yang sedang terpana melihatnya pun ikut melengkungkan bibirku . Tanpa sadar kami pun saling tersenyum.
Setelah itu kami berjalan ke arah yang berbeda. Dan aku masih dalam keadaan terpana.... Setelah lama baru aku sadari ada keganjalan yang terjadi. Aku pun berbalik arah dan mengikutinya. Berusaha menyembunyikan diriku agar tidak terlihat. Dan sesampainya di sebuah rmh kecil aku melihatnya masuk ke dalam rumah tersebut. Aku masih penasaran dan aku mulai menunggunya. Lama dan lama ku menunggu. Dan ketika aku melihat ke arah pintu rmh tersebut aku melihat ada seorang pria yang keluar. Dengan wajah dan perawakan yang persis sama dengan orang yg ku ikuti tadi.
"Siapa orang itu ?" kataku.


Akhirnya aku pulang dengan rasa penasaran yang masih menjalar di pikiranku. “siapa orang itu?” pertanyaan itu masih bersemayam di otakku. Akhirnya ku putuskan untuk beristirahat dan mencari tahunya keesokan harinya.  

Tengah malam aku keluar mencari makan, mungkin memang kebiasan ku membeli makan di jam-jam seperti ini. Aku pun pergi ke minimarket dekat rumahku. Aku masuk dan membeli makanan yang aku cari. Saat aku ingin membayar makanan ku tersebut, aku kaget melihat kasir yang sedang  jaga. Aku terdiam, orang yang aku ikuti kemarin sore sedang berada di depanku.

“terimakasih” kata asir tersebut
“oh iya” kataku kaget.

Suaranya membangunkan aku dari lamunanku. Apa yang sedang dia lakukan? Bekerja sebagai kasir? Di sini? Dan yang tadi sore itu siapa? Yang berpakaian wanita itu siapa? Tiba-tiba banyak pertanyaan yang belum bisa terjawab bermunculan di kepalaku. Karena rasa ingin tahuku yang tinggi aku pun memutuskan untuk menyelidikinya, untuk mencari tahu informasi lebih tentangnya.Keesokkan harinya aku pun pergi ke mini market tersebut, dan yang ku dapati kasirnya
bukan dia.

“mba mau tanya. Siapa ya laki-laki yang  jaga kalau malam”
“oh, itu namanya mas anto. Kenapa? Apakah ada keperluan?”
“iya mba. Dimana ya rumahnya?”
“mba cari aja rumahnya di jl. P. antasari no rumahnya 45”
“makasih ya mba”
“iya sama-sama”
Saat itu juga aku pergi ke alamat yang diberitahukn oleh kasir tersebut. Benar saja, ini adalah rumah kemarin yang wanita itu masukin dan keluarnya pria tersebut. Tidak lama aku berdiri di situ ada seorang laki-laki yang keluar.
“nyari siapa ya mba?”
“oh gak mas, saya cari teman saya . mba-mba, dia tinggi orangnya”
“sepertinya mba salah rumah”
“oh mungkin ya hehe, ya sudah maaf ya mas”
Dan akhirnya aku pergi dengan kekecewaan . aku yakin pasti memang orang itu yang aku temui yang masuk kerumah tersebut. Dan aku yakin bahwa alamat yang diberikan kasir tersebut benar rumah itu.Malam-malam berikutnya aku melewati minimarket yang biasa dia bekerja di situ. Dan setiap malam memang benar dia bekerja di minimarket tersebut, tapi kenapa sekarang aku tidak pernah bertemu wanita itu lagi. Wanita yang masuk kedalam rumah itu lagi. Setiap kali aku membuntuti laki-laki tersebut kerumah itu au tidak pernah melihat ada sosok seorang wanita di sana. Hari demi hari aku mulai lelah dengan pencarian ini, aku mulai bosan dan rasa keingin tahuanku pun mulai luntur. Suatu hari aku bertemu wanita itu lagi di sebuah halte bis, sangat cantik mungkin aada level di atasnya cantik ya mungkin dia. Ataukah dia seorang bidadari yang turun dari langit untuk menjemput sang pangeranya. Aku yang satu bis dengannya diam-diam memerhatikannya. Sungguh sempurna orang ini kataku dalam hatiku.Rasa penasaran dan keingintahuanku yang dulu pernah luntur kini ada lagi dan aku pun mengikutinya lagi. Dengan berhati-hati aku mengikutinya lagi. Kali ini aku tidak ingin seperti kemarin yang tidak mendapatkan jawaban apa-apa aku ahrus tau siapa wanita itu dan aku harus tau kenpa dia tinggal satu rumah dengan laki-laki itu.Dan bis itu turun di sebuah jalan yang aku tau jalan apa itu. Aku pun ikut turun dan aku mengikutinya dari belakang. Sepertinya wanita itu tidak tahu bahwa aku mengikutinya. Dari kejauhan aku memperhatikan dia. Wanita itu masuk ke dalam rumah tersebut. Aku tidak ingin melewatkan kesempatan ini, aku harus bertemu wanita itu aku tidak ingin mati penasaran. Aku pun mendatangi rumah tersebut, dan mulai memencet bel pintu tersebut. Aaku menunggu sang pemilik rumah tersebut keluar. Entah siapa yang keluar wanita tersebut atau laki-laki yang di kasir. Dan aku kaget Karena yang membuka adalah laki-laki kasir itu.

“ada apa kerumah”
“aku hanya ingin bertemu dengan teman wanita yang tinggal di sini”
“untuk apa kamu mencari dia?”
“aku hanya ingin bicara dengan dia”
“apakah kamu serius?”
“iya”
“apakah kamu kenal jauh dengan wanita itu?”
“tidak, tapi aku ingin tahu tentangnya”
“baiklah silahkan masuk”
Aku pun masuk kedalam rumah tersebut. Untuk rumah mini yang  mereka tempati lumayan rapi dan bersih.
“silahkan duduk”
“dimana wanita itu”
“aku yang kamu cari itu”
“apa?”
“aku yang selama ini kamu buntuti dan aku yang selama ini kamu pandangi dengan kekagumanmu. Dan aku juga adalah laki-laki yang sering kamu temui di mini market tersebut.”

Aku syok, dan aku kaget . entah bagaimana bbisa terjadi. Seorang wanita yang aku kagumi dan yang aku ingin tahu keberadaan adalah seorang laki-laki yang selama ini sering aku temui di sebuah minimarket. Bagaimana bisa dia melakukannya. Menjadi dua orang yang berbeda menjadi orang berbeda dengan jenis kelamin berbeda. Dia pun mulai bercerita tentang dirinya yang sebenarnya. Sebebnarnya dia adalah seorang yang berkepribadian ganda. Dia bisa menjadi dua orang yang berbeda. Dia bercerita bahawa dia sangat menyukai hal yang dia lakukan. Di siang hari dia adalah seorang wanita yang menjadi wanita panggilan. Di sebut wanita panggilan karena dia bekerja sebagai penyanyi yang di sewakan orang. Setiap kali ada panggilan untuk menyanyi dia berubah menjadi seorang wanita yang anggun dan menawan. Dia juga bisa menirukan suara seorang wanita dan dia juga bisa berhias layaknya wanita lainnya. Dan hal tersebut menjadi suatu hal yang sukses membuat identitas aslinya tidak di ketahui. Bahkan jika memang pekerjaannya sebagai wanita panggilan tersebut banyak tidak jarang dia ijin dari pekerjaannya sebagai kasir di minimarket tersebut hanya untuk memenuhi panggilan panggilan dia untuk bernyanyi. Dia juga bercerita bahwa dia telah lama bekerja sebagai kasir di mini market yang selalu aku datangi disaat malam itu. Dia bekerja sebagai laki-laki normal lainnya. Dia juga bercerita ini bukan hal yang aneh baginya, ini adalah hal yang membuat dirinya puas . dia juga mengetahui perilakuku, dia juga menyadari bahwa aku mengikutinya. Aku pun hanya terdiam dan mau karena hall tersebut. Seperti orang konyol yang mengikuti seorang wanita. Dia pun bercerita bahwa memang tidak ada yang tau atas hal ini, karena dia menyadari bahwa aku sangat ingin tahu oleh karena itu dia memberitahukannya kepadaku.   

Comments