Memori kala malam itu




Selalu ada di dalam benakku,
Selalu muncul di dalam tidur nyenyakku.
Selalau terbayang ketika aku berjalan,
Rasanya memori itu tidak bisa ku hilangkan, 
sebisa mungkin aku mencari cara agar memori itu hilang dari otakku, 
namun apa dayaku yang hanya bisa mengikutinya ke mana memori tersebut membawaku.

Kala itu aku tak dapat berkata apa-apa, 
sebisa mungkin aku menenangkan diri,
Mencari bagaimana hal yang dapat mengenakkanku.
Ketika kau bicara akan hal tersebut, 
seperti ada yang sakit di sini,
Kau mengucapkan hal yang tidak aku sukai,

Aku hanya dapat diam dan terus diam,
Aku hanya dapat mengalihkan pembicaraaan,
Entah seketika otakku menjadi keruh
Sehingga aku tak dapat mengatakan dengan jelas
Berpikir dengan jernih.
Andaikan saja kau tidak menanyakannya, 
mungkin sekarang kita kembali seperti biasa

Sejak kau berkata seperti itu,
Ada hal aneh yang aku rasakan , 
aku merasakan bahwa aku tidak dapat melihat wajah mu lagi, 
aku tidak sanggup untuk bertatap muka denganmu. 
Aku hanya ingin segera berlari ketika berada di dekatmu.

Comments