Arti sebuah kebisuan




Banyak hal yang terkadang rang tak mengerti bahkan diri sendiri pun tidak mengerti. Ada kalanya kita banyak bicara namun kita tidak tau apa yang sedang kita bicarakan. Namun tidak sedikit kita tidak bicara namun banyak hal yang seharusnya diungkapkan.

Ada kata orang “diam itu emas”, kalau saja diam itu memang emas, mungkin aku sudah kaya saat ini karena aku sering berdiam. Oke, diam dalam arti yang dimaksud bukan itu tapi dalam kediaman kita, dalam tutup mulut kita, dalam kebisuan kita, banyak hal yang menguntungkan.

Aku sebenarnya tidak terlalu suka diam, Karena pada dasarnya aku memang buan seorang tipe yang pendiam. Namun banyak faktor yang buat aku menjadi makhluk penghuni kesunyian.

Faktor yang biasanya terjadi karena mood. Karena memang lagi mau diam, lagi gak mau banyak omong, lagi pengen berdiam diri. Faktor lainnya yang mendukung yaitu Karena banyak masalah.
Oleh Karena itu jangan pernah menjugde orang Karena dia diam. Mungkin ada hal yang harus dia pikirkan, mungkin dia butuh waktu untuk sendiri.

Walaupun tidak jarang, orang yang setelah menyendiri itu akan berubah. Tapi tidak banya juga orang yang setelah menyendiri itu menjadi lebih bai, mungkin menjadi lebih cerewet dan sering traktir teman, ya itu suatu keberuntungan bagi temannya.

Kadang kita itu hanya butuh waktu untuk sendiri. Memikirkan apa yang perlu dipikirkan menghapus apa yang perlu di hapus (mungkin aja kalau lagi sendirian di kelas, dan papan tulisnya kotor bisa sambil di bersihkan). Menghapus di sini bukan hal yang seperti menghapus papan tulis ya, menghapus disini lebih dikaitkan dengan suatu hal seperti menghapus kenangan. ( duh, susah ya kalau menghapus kenangan) atau lebih tepatnya bukan menghapus kenangan tapi mengurangi rasa sakit terhadap memori dimasa lalu. Karena sakit karena memori di masa lalu itu mengarahnya bukan sakit fisik tapi sakit batin (ciaaa ciaaaaa). Kadang sakit yang di dalam itu 10x sakit di luar seperti luka dalam. Walaupun lukanya tidak terlihat tapi rasanya masih terasa sampai berhari-hari kalau tidak di obati.

Dan sama seperti jika kita sakit di dalam itu (mungkin bisa di definisikan sebagai penyakit hati ya, ya sakit hati sakit jiwa mungkin termasuk :P ) saat kita diam itu adalah saat dimana kita mengobati luka yang menyebabkan sakit tersebut.

Tidak banyak juga yang diam karena malas berkomentar, malas bicara, dan malas banyak omong. Karena bagi sebagian orang action itu lebih penting daripada Cuma bicara saja.

Banyak hal yang kamu tidak tau , ketika orang itu diam. Kadang pernah terlintas, ketika berhadapan dengan orang yang tiba-tiba menjadi diam.

“apa yang harus aku lakukan?? ”

Yang harus kamu lakukan beri dia waktu untuk menyendiri, biarkan dia mengatasi rasanya sendiri. Karena pada dasarnya orang lain tidak dapat melakukan apa-apa kecuali jika dia ingin bicara. Jika dia bicara dengarkan baik-baik dan berikan solusi terbaik. 

kadang, saat kita diam itu lah saat dimana kita banyak menyimpan beribu-ribu kata untuk diungkapkan.

Comments